Categories
Uncategorized

Cara Mengatasi Stres Saat #DirumahAja

stroberi.us,-Penyebaran virus corona (covid-19) masih tinggi, angka penularan bisa dicek di google, takut dianggap ngada-ada. Melihat data tersebut, perusahaan tempat kamu bekerja masih pada kebijakkan lamanya, semua karyawan kerja dari rumah atau WFH meskipun pemerintah telah menerapkan new normal.

Kamu masih tetap bekerja #DirumahAja, sesuatu yang sebenarnya sudah sangat membosankan dan bahkan kamu sendiri sudah merasakan stres, kangen dengan suasana kantor, kangen bertemu eman-teman, pokoknya serba kangen, mau gimana lagi namanya juga kebijakkan atasan.

Stres saat WFH sebenarnya bukan hanya dirasakan kamu saja, hampir semua orang juga mengalami hal yang sama. Penyabnya bisa jadi disebebakan banyak faktor.

Kamu boleh sepakat atau tidak dengan faktor yang menyebakan stres, itu tergantung kamu jujur dengan diri sendiri saja,

Simak apa saja yang bikin kamu stres dan bagaimana cara mengatasinya

Tidak Ada Batasan yang Jelas antara Dunia Kerja dan Pribadi

Stress saat WFH dapat muncul karena tidak adanya batasan yang jelas antara dunia kerja dan pribadi Anda. Bangun tidur tanpa mempersiapkan diri bekerja langsung berkutat dengan pekerjaan, bahkan tertidur kembali setelah bekerja adalah contoh-contoh perilaku yang menunjukkan sudah tidak ada lagi batasan yang jelas saat bekerja dari rumah.

Beban Tugas Menjadi Jauh Lebih Kompleks

Banyak juga yang merasakan stress saat WFH karena beban tugas yang menjadi jauh lebih kompleks. Hal ini wajar terjadi mengingat ada banyak perubahan yang harus langsung dikelola selama pandemi covid-19. Jadi yang bisa Anda lakukan bukanlah mengeluh dan menjadi semakin stress karenany, tetapi mengetahui apa yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya.

Kondisi Ekonomi Memburuk karena Berbagai Hal

Seperti yang banyak diketahui, saat ini ada banyak pekerja yang mengalami pemotongan gaji dan menyebabkan kondisi ekonomi pun menjadi buruk. Kondisi ekonomi yang buruk wajar saja membuat Anda stres. Pasalnya kondisi ekonomi yang buruk adalah pemicu keburukan lain yang terjadi pada aspek hidup lainnya.

Tidak Ada Rekan Kerja seperti Biasa di Kantor

Bekerja tanpa kolega dan rekan yang selalu ada di sekitar Anda seperti di kantor bisa juga menjadi penyebab stres. Anda harus berkutat sendiri dengan layar tanpa gurauan dan obrolan ringan memang sangat berat untuk dilalui. Jika Anda tenggelam dalam rasa kesendirian, maka stres saat WFH menjadi lebih mudah muncul kemudian.

Kondisi Kesehatan Ikut Memburuk

Tidak menjaga kesehatan tubuh adalah juga faktor yang membuat WFH menjadi semakin membuat stress. Banyak dari Anda yang mengeluhkan kondisi kesehatan memburuk ini dan kemudian menjadi tidak semangat bekerja atau produktivitas menurun. Jadi penting juga untuk memperhatikan kesehatan Anda ya.

Selalu Buat Daftar Pekerjaan Harian

Stress saat WFH sangat mungkin terjadi karena manajemen diri yang kurang baik. Anda memiliki tanggung jawab pekerjaan tetapi karena berada di rumah tanggung jawab pekerjaan terasa longgar dan membuat Anda lengah.

Akhirnya, di akhir-akhir masa deadline barulah Anda sibuk mengerjakannya dan mengalami kondisi stres mengejar target. Kondisi seperti ini harus Anda atur dengan membuat daftar pekerjaan harian. Bagilah beban kerja Anda seproporsional mungkin dalam jangka waktu pengerjaan yang diberikan.

Selalu Utarakan Motivasi Diri dalam Bekerja

Berdasarkan daftar pekerjaan harian yang telah Anda buat, lakukanlah motivasi pada diri Anda sendiri. Misal setelah memeriksa daftar pekerjaan harian, Anda membuat motivasi diri hari ini setelah semua tanggung jawab selesai Anda akan menghadiahi diri Anda dengan membeli makanan enak.

Hal-hal kecil seperti ini seringkali diabaikan, padahal sangat signifikan fungsinya untuk dapat membantu Anda terhindar dari stres akibat tanggung jawab pekerjaan.

Buat Batasan Jam Kerja yang Jelas

Terkadang yang membuat Anda stres saat WFH adalah pengaturan jam kerja yang tidak jelas. Karena tidak memiliki target kerja harian, Anda kemudian mengalami kesulitan menyelesaikan pekerjaan hingga berlarut-larut.

Bekerja hingga larut malam di rumah tentu membuat kondisi kesehatan fisik dan mental juga memburuk. Oleh sebab itu, tips mengatur stres saat WFH salah satunya adalah memastikan Anda sudah membuat batasan jam kerja yang jelas.

Jalin Komunikasi dengan Kolega dan Saudara

Salah satu faktor seseorang mengalami stres selama masa kerja dari rumah adalah karena kesendiriannya. Sudah banyak diketahui dari berbagai hasil penelitian bahwa beberapa orang akan stres jika tidak bersosialisasi.

Kerja dari rumah membuat Anda tidak bertemu fisik dengan banyak kolega dan saudara. Namun Anda harus tetap bisa menjalin komunikasi melalui berbagai teknologi yang tersedia, sehingga stres bisa diatur dengan sebaik mungkin.

Atur Keuangan Sebaik Mungkin dalam Kondisi Ini

Beban kerja yang berat akan terasa semakin berat karena kondisi keuangan yang ikut memburuk. Tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi pandemi covid-19 ini juga mempengaruhi ekonomi banyak orang. Walau begitu Anda sebaiknya tetap bisa mengatur stres Anda.

Tips mengatur stres saat WFH walau kondisi ekonomi sedang memburuk adalah dengan mengatur keuangan sebaik mungkin. Minimalisir pengeluaran tidak perlu dan hanya gunakan uang untuk kebutuhan pokok saja.

Lakukan Olahraga Ringan atau Yoga

Tubuh Anda memerlukan olahraga secara berkala. Jangan karena berada di rumah saja, Anda pun menghentikan kebiasaan Anda dalam menjaga kesehatan tubuh. Selalu lakukan olahraga ringan di rumah, atau bagi Anda yang sudah lama ingin mencoba yoga lakukanlah sekarang.

Saat di rumah, Anda bisa mulai mempelajari yoga langkah demi langkah. Jadi tubuh akan selalu segar dan bugar, stres pun bisa dihalau dengan efektif.

Selalu Sediakan Waktu Istirahat dalam Selang Waktu Tertentu

Saat bekerja dari rumah, seseorang akan terpaku duduk menghadap layar selama berjam-jam. Hal ini tentu membuat tidak hanya fisik anda saja yang stres tetapi juga psikis. Oleh sebab itu, dalam selang waktu tertentu sediakanlah waktu istirahat.

Memang dalam bekerja biasanya, Anda mendapatkan waktu istirahat siang hari saja untuk makan siang. Namun selama bekerja di rumah, tidak salah mengambil waktu 3 sampai 5 menit setiap 30 menit untuk berdiri dan merenggangkan tubuh yang pegal.

Jangan Mengerjakan Banyak Hal dalam Satu Waktu

Mengerjakan banyak hal dalam satu waktu atau yang dikenal dengan istilah multitasking banyak diminati dan menjadi pola kerja banyak orang saat ini. Sebenarnya hal ini yang kemudian akan memicu Anda stres dalam bekerja.

Sebisa mungkin hindarilah mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. Proses setiap pekerjaan satu persatu hingga selesai, jadi Anda bisa merasakan sendiri hasil dan buah dari pekerjaan Anda tersebut.

Categories
Uncategorized

Cara Berhemat Agar Bisa Dialokasikan ke Dana Darurat

simpan dana darurat di https://www.modalrakyat.id/

stroberi.us,- Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi pada hari esok dan seterusnya, seperti halnya saat ini yang tiba-tiba kita bahkan dunia turut merasakan bagaimana efek dari virus corona.

Bukan rahasia lagi, jika pandemi virus corona (covid-19) membuat ekonomi pada posisi terpuruk.

Melihat situasi ini, maka sudah semestinya memberikan pelajaran yang cukup berarti mengenai berhemat. Setidaknya, menabung yang nantinya sangat berguna sebagai dana darurat.

Yups, jika selama ini kamu tak kunjung bisa manabung karena sukar untuk memisahkan antara kebutuhan dan keiinginan, alhasil uang pendapatan kamu selalu terkuras. Efeknya, kamu merasa stres dengan kondisi saat ini, yang mana pendapatkan kamu berkurang jauh.

Nah, ketimbang kamu terlalut dalam stres mendingan kamu susun sebisa mungkin keuangan kamu. Sebisa mungkin kamu menyisihkan untuk dana darurat kalau perlu cari usaha yang tak butuh modal banyak sebagai tambahan.

Ada celah kok untuk dijadikan usaha dengan modal kecil, coba cek usaha sampingan dengan modal kecil, hasilnya lumayan, usaha dengan online. Modal puluhan ribu hasilnya jutaan

Sebab, kamu dan siapa saja tak ada yang data yang jelas pandemi virus corana bakal berakhir.

Jika kamu merasa kesulitan untuk menabung, hal penting adalah bagaimana kamu memisahkan kebutuhan dan keiinginan. Apa saja yang selama ini hal demikian ternyata hanya keinginan maka segera pangkas.

Lantas apa saja yang bisa kamu pangkas, menekan pengeluaran yang ternyata selama ini hanya sebatas keinginan semata dan banyak hal kamu lakukan adalah pemborosan.

Agar lebih jelasnya, yuk simak apa saja yang bisa dipangkas. Hal ini tak lain guna menekan pengeluaran kamu untuk lebih berhemat.

  1. Belanja apa yang benar-benar kebutuhan kamu

Dari awal sudah dipaparkan sekilas, apa itu kebutuhan atau keinginan. Saat ini, waktu yang tepat untuk kamu berhenti dulu belanja hal-hal yang sebenarnya bukan kebutuhan.

Mulai pilah-pilah lagi apa yang selama ini kamu anggap kebutuhan dan mengecek kembali daftar belanjaan yang sudah-sudah.

  1. Cari Aternatif saat kamu membeli kebutuhan pokok

Makan adalah salah satu kebutuhan yang tak bisa ditunda-tunda lagi. Namun, bukan berarti persoalan makan tak bisa disiasasti.

Misalnya, jika selama ini kamu selalu membeli makanan guna memenuhi kebutuhan hidup. Maka mulai besok, kamu bisa menekanya dengan cara memasak.

Jika hal ini lebih membuat berhemat dan lebih sehat, kenapa tidak.

Apa lagi saat ini, kamu lebih banyak waktu #DirumahAja.

  1. Cermat dalam Belanja

Saat seperti ini kamu sudah semestinya lebih cermat dalam berbelanja. Cermati baik-baik apa yang kamu belanjakan, jika selama ini selalu membeli yang merk sudah terkenal, maka kamu bisa menggantinya dengan fungsi yang sama.

Misalnya, produk deterjen, kamu tidak perlu membeli deterjen yang berharga tinggi, toh yang berharga murah memiliki kualitas sama dan mungkin lebih wangi.

Semakin kamu menekan pengeluaran, maka semakin banyak uang yang tersisa untuk kemudian dialokasikan khusus untuk dana darurat.

  1. Stop pengeluaran Bulanan

Mungkin ini adalah yang tepat untuk kamu lebih mempertimbangkan kembali dengan biaya bulanan kamu.

JIka diperlukan maka kamu bisa memilih untuk stop terlebih dahulu atau menguranginya.

Misalnya, kamu yang setiap bulanya mesti membayar tagihan tv berbayar. Besok stop dulu yak.

  1. Bijak dalam penggunaan energi

Dengan kamu bijak untuk dalam penggunaan energi, maka kamu akan mendapatkan manfaatnya. Hal ini yang mungkin sebelum corona kamu tak terlalu mempedulikannya dengan tingginya tagihan listrik, air, gas dan lainya.

Misalnya, jika kamu selama ini menggunakan pendingin ruangan (AC), besok-besok kamu bisa memilih mengenakan kipas angin, atau membiarkan lampu menyala sampai siang.

Begitu juga dengan penggunaan air, jangan membuang-buang air, pakai saja secukupnya dan tutup kembali kran air sesudah memakainya

Categories
Uncategorized

4 Tips Agar Usaha Kecil Kamu Bertahan Mengahadapi Gempuran Corana

usaha jasa konveksi di www.bolehkaosan.com

stroberi.us,- Virus corona atau juga COVID-19 tak hanya mengacam kesehatan, tapi juga menggempur segala macam sendi-sendi kehidupan termasuk sendi ekonomi.

Mungkin kamu salah satu dari sekian banyaknya orang yang telah terkena dampak dari gempuran corona. Menghadapi gempuran tesebut bukan sesuatu yang mudah, kamu mesti berjuang, memutar otak setidaknya untuk bertahan.

Perjuangan menjadi sesuatu sangat berat apalagi jika pendapatkan kamu hanya dari usaha yang digeluti dengan tim kecil, sebuah usaha home idustri.

Jika sumber utama, yakni usaha kamu jalani tengah bermasalah. Maka bagaimana mungkin kamu juga dapat keluar dari permasalah ekonomi. Untuk itu, hal utama adalah bagaiamana perusahan kecil tersebut tetap bertahan setidaknya tidak gulung tikar sampai kondisi membaik.

Lantas langkah seperti apa yang mesti kamu lakukan agar perusahan dapat bertahan ditengah beban yang begitu berat, belum lagi sejumlah pengeluaran seperti biaya sewa, karyawan dan lainnya yang pastinya akan membuat kamu makin pusing tujuh keliling.

stroberi.us mencoba memberian strategi yang mungkin bisa menjadi acuan dalam menetapkan kebijakkan. Dan semoga saja tips ini bermanfaat untuk kita semua, Amin…. Semangat

  1. Periksa kondisi keuangan bisnis

Periksa kondisi keungan perusahaan kamu secara mendalam. Dengan memeriksa keuangan teruma bagian likuiditas alias cash on hand, maka kamu dapat menentukan langkah apa yang akan kamu lakukan.

Jika diumakan likuidit adalah darah dalam sebuah tubuh. Dalam keuangan rumah tangga, biasa juga disebut sebagai dana darurat alias emergency fund.

apakah kondisi likuiditas masih aman sampai kapan mengingat wabah corona yang belum juga tidak jelas, atau kondisi sedang sakit yang dapat mengakibatkan bisnis kamu gulung tikar.

Coba hitung berapa besar tingkat likuiditas usaha sampai satu tuhun. Bila kurang dari itu, Anda perlu memikirkan pengamanan likuiditas agar bisa mempertahankan bisnis di tengah krisis corona ini.

  1. Persiapkan diri untuk skenario terburuk

Setelah kamu memeriksa kondisi keuangan usaha kamu, kamu dapat menyusun rancana usaha (bisnis plan), jika perlu kamu juga menyusun strategi sebagai antisipasi jika kondisi usaha kamu mengalami hal terburuk.

Pasalnya, kondisi pandemi COVID-19 tak ada yang pasti sampai kapan berakhir, belum juga kebijjakkan apa yang akan diambil pemerintah selanjut dalam mengahadapi wabah corona, apakah pemerintah akan memperpanjang waktu untuk #dirumahsaja atau akan ada kebijakkan ekstrim misalnya lockdown.

Maka itu, sebagai langkah antisipasi, buatlah business plan yang juga memuat proyeksi atau forecast atas keberlanjutan usaha kamu paling tidak hingga setahun ke depan.

Misalnya, proyeksi dari sisi pendapatan usaha, tingkat pengeluaran, kelanjutan permodalan dan sebagainya.

  1. Berhematlah!

Wabah COVID-19 ditakutkan memicu krisis finansial yang lebih buruk dibandingkan krisis keuangan yang pernah terjadi sebelumnya. Penting bagi kamu menempuh langkah-langkah extraordinary supaya nafas bisnis bisa berjalan lebih lama.

Langkah wajib yang perlu kamu lakukan adalah menekan pengeluaran dengan berbagai cara supaya likuiditas bisa lebih kuat. Misalnya, menekan biaya operasional dari pos-pos rutin seperti tagihan listrik, air, dan internet.

Misalnya, usaha yang kamu geluti dibidang konveksi dan jasa sablon, pendapatkan menurun draktis lantaran minim atau bahkan tak ada orang yang order.

Hal yang kamu lakukan adalah menekan biaya promosi berbayar dan mengoptimalkan promosi yang gratis. Yups, hemat untuk pengeluaran pemasaran dengan mengoptimalkan media sosial saja secara organik. Tunda dulu pengeluaran untuk belanja modal yang menguras dana besar.

Hal lainnya adalah sebuah langkah ekstrim adalah pengurangan tim pada bagaian yang sebenarnya masih bisa kamu lakukan sendiri meskipun kamu akan jauh lebih direpotkan. Misalna, bagian pengepakan barang yang biasanya dikerjakan oleh orang lainnya, maka mulai besok bisa kamu kerjakan sendiri.

Jika terdapat pengularan rutin bulanan misalnya cicilan utang, kamu bisa melakukan negoisasi untuk meminta keringanan setidaknya mendapatkan perpanjangan waktu.

  1. Beri pengertian pada karyawan

Krisis pandemi COVID-19 adalah masa penuh keprihatinan. Bila tidak berhati-hati, bisnis bisa gulung tikar dalam sekejab akibat tak kuat diterjang tsunami COVID-19 yang dahsyat. Cara mempertahankan bisnis di tengah krisis corona berikutnya adalah ajak bicara karyawan-karyawan kamu untuk turut bahu membahu, saling memperkuat diri di masa yang berat ini.

Sampaikan pada karyawan tentang fokus Anda saat ini adalah mempertahankan kelangsungan usaha supaya jangan sampai bangkrut yang bisa memicu pemutusan hubungan kerja.

Supaya itu dapat dicapai, karyawan harus rela melupakan kenaikan gaji ataupun pemberian bonus seperti biasanya. Paling tidak hingga kondisi kembali normal.

Categories
Uncategorized

Usai Lebaran, Lakukan 4 Tips Ini Agar Keuangan Kamu Kembali Sehat

stroberi.us,-Memang Lebaran kali ini sangat jauh berbeda dengan perayaan Idul Fitri tahun-tahun sebelumnya. Kali ini bisa dikatakan tak ada kunjungan atau mengunjungi untuk saling bersilahturahmi, mengingat wabah corona.

Kendati demikian bukan berarti kamu tak mengeluarkan uang sama sekali, pengeluran untuk konsumsi makanan khas saat lebaran, mengirim paket Lebaran keluarga, hingga pengeluaran angpao untuk anggota keluarga yang masih anak-anak.

Banyak pengeluran membuat kondisi keuangan yang menipis apalagi berkurang sumber pemasukan akibat kondisi perekonomi yang belum juga stabil akibat wabah corana.

Dan jika dibiarkan saja maka sangat mungkin membuat kamu stres dalam mengahadapi kehidupan yang terus berjalan, masih banyak kebutuhan yang harus terpenuhi dari kebutuhan harian, kebutuhan bulanan, dan mungkin beban yang mesti kamu selesaikan misalnya cicilan bulanan.

Karena itu, penting untuk kamu memikirkan bagaimana cara mengatur keuangan usai lebaran agar kamu setidaknya keluar dari zona stres, kamu bisa bernafas lega dalam menghadapi hari-hari usah Lebaran di tengah wabah corona.

Dan stroberi.us mencoba memberikan tips cara mengatur keuangan usai lebaran. Semoga tips ini dapat memberikan manfaat untuk kamu dan kita semua.

Adapun tips tersebut sebagai berikut

  1. mengecek kondisi keuangan kamu

cek keuangan kamu via  ©shutterstock.com/Robbi

Diumpamakan kamu sedang berobat untuk memeriksa kondisi kamu, bagian mana dari tubuh kamu yang sedang sakit.

Begitu juga dengan keuangan, kamu harus segera memeriksanya, apakah kondisi keuangan kamu benar-benar sehat atau tengah mengalami krisis.

Dengan mengetahui kondisi keuangan kamu, kamu dapat dengan mudah mengatur keungan kamu, apa saja pengeluaran-pengeluaran apa saja yang dapat Anda batasi selama sebulan.

Pisahkan antara kebutuhan menurut waktu pemenuhannya, antara kebutuhan yang mendesak dengan kebutuhan yang dapat ditunda. Buat daftar dan catat apa saja yang dapat dilakukan untuk menyehatkan kembali keuangan Anda.

  1. Menyusun Kembali Anggaran

Langkah selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah menyusun anggaran dari sisa uang usai Lebaran. Setidaknya, kamu menyusun anggaran sampai kamu mendapatkan pendapatan entah dari gajih kamu atau dari projek yang kamu kerjakan.

Dengan menyusun anggaran setidaknya kamu dapat mengetahui apa saja yang menjadi kebutuhan pokok kamu sampai pembayaran kamu lakukan setiap bulanya.

Teliti semua pengeluaran yang diperlukan jangan sampai terlewat. Jika tidak mencukupi, Anda bisa mengurangi beberapa kebutuhan pokok yang seperlunya bisa ditunda.

  1. Disiplin dengan Anggaran yang

Setelah penyusunan anggaran, hal pelu kamu lakukan adalah disiplin dengannya. Serinci apa pun anggaran yang telah kamu susun tak akan berarti jika kamu tak disiplin.

Dengan disiplin maka kamu juga dapat membatasi pengeluran kamu. Misalnya, kamu tak akan belanja selain membeli apa yang menjadi kebuhan pokok harian, misalnya makan untuk sehari-hari.

Dalam hal ini, sebaiknya Anda menetapkan berapa biaya yang boleh dikeluarkan, tentu saja dengan syarat untuk memenuhi keperluan pokok keseharian

Meskipun tidak mudah, tetapi Anda perlu membiasakan diri untuk menggunakan uang secukupnya dan sesuai rencana. Tahan sejenak jika muncul rasa keinginan untuk membeli barang-barang tertentu yang tidak terlalu dibutuhkan. Lebih baik atur keuangan untuk tabungan terlebih dahulu sehingga di kemudian hari Anda bisa membeli barang yang sudah diinginkan sebelumnya.

  1. Menabung dan Sisihkan Uang Untuk Dana Darurat

Cara mengatur keuangan usai lebaran yang penting untuk dilakukan adalah menabung dan menyisihkan uang. Jika Anda selama ini menabung uang sisa hasil dari pengeluaran belanja bulanan, maka hal ini harus dibenahi. Jika pengeluaran belanja dijadikan prioritas utama setiap bulan, maka sampai kapanpun Anda tidak bisa menabung dengan baik.

Untuk itu, sebaiknya Anda menyisihkan uang terlebih dulu untuk menjadi tabungan. Kemudian, baru uang yang tersisa setelah dikurangi uang tabungan, bisa dibelanjakan untuk kebutuhan-kebutuhan pokok. Hal ini tentu saja, sudah mempertimbangkan nominal uang tabungan yang bisa disisihkan dengan total kebutuhan pokok yang diperlukan.

Penting bagi Anda untuk menjadikan upaya menabung sebagai prioritas utama setelah menerima gaji atau penghasilan setiap bulan. Kemudian, apa yang tersisa bisa digunakan dengan baik untuk mencukupi kebutuhan keseharian.

Adapun tips tersebut sebgai berikut

Categories
Uncategorized

Lebaran di Tengah Corona, 4 Tips Memuliakan Tamu

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maha hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi.” (HR.Bukhari)

gambar dilansir dari https://siberone.com/

Hadist yang menjadi panutan umat muslim dalam menjalin silahturami terutama saat di kemengan umat muslim, Idul Fitri.

Yups, enggak terasa bulan suci ramadhan sebentar lagi akan berlalu, umat muslim pun akan menyambut hari raya Idul Fitri dengan kegembiraan dan saling berkunjung.

Namun sayang, pada Lebaran tahun ini akan terasa berbeda dengan Leban pada tahun-tahun sebelumnya. Kali ini tak ada keceriaan anak-anak, acara sungkem, kunjungan saudara dekat atau saudara jauh untuk bersilahturahmi, sesuai dengan anjuran pemerintah utnuk di rumah saja saat pendemi corona.

Lalu bagaimana jika ada tetangga atau suadara yang nekat untuk bertamu? Sebagai umat muslim yang taat tentunya kita sebisa mungkin untuk menghoramati tamu sesuai dengan anjuran nabi Muhammad S.A.W, memulaian tamu.

Setidaknya dengan memberikan pengertian dengan sopan agar siapa saja yang berkunjung untuk mengikuti 4 arahan ini. Dan semoga 4 tip ini bermanfaat.

  1. Tidak berjabat tangan

Jika pada sebelumnya, tiap Lebaran simbolis dari maaf-memaafkan adalah dengan cara berjabat tangan. Untuk tahun ini, simbolis itu bisa digantikan dengan cara Thai greeting, atau sekadar menaikkan alis untuk menyapa.

Melakukan hal demikian sambil memberikan penjelasan secara sopan, apa yang dilaukan demi menjaga kesehatan kita bersama. Sebagaiamana anjuran pemirintah agar kita tidak kontak fisik, termasuk berjabat tangan.

  1. Meminta tamu untuk cuci tangan

Sesampainya di rumah kita, kita bisa meminta tamu yang datang untuk segera mencuci tangan.

Hal ini penting dilakukan karena sesuai dengan yang dianjurkan WHO, kita memang harus sering-sering mencuci tangan dengan sabun paling tidak selama 20 detik.

Agar virus, bakteri, kuman yang menempel di tangan bisa segera hilang.

  1. Jaga jarak

Meski berada di ruangan yang sama, kita harus tetap menjaga jarak setidaknya 1 meter.

Social distancing penting banget dilakukan, karena siapa tahu tamu yang datang ini merupakan carrier virus Corona namun tidak menyadari hal tersebut.

  1. Jangan terlalu lama

Di situasi seperti saat ini, ada baiknya bertamu juga jangan terlalu lama-lama.

Kalau urusannya udah selesai, lebih baik kita berikan ‘kode’ secara halus kepada tamu kita agar segera pulang.

Bukannya tidak sopan, namun hal ini harus dilakukan demi kebaikan kita semua.