Kamu yang Baru Saja Melangsungkan Pernikahan, Sebaiknya Untuk yang Satu ini Perlu Mendapat Perhatikan Khusus

0
46
tampil seksi via THERICHEST.COM/ SHUTTERSTOCK.COM

stroberi.us,- Hey kamu yang baru saja yang baru saja melangsungkan pernikahan pastinya kerap ingin bermesraan dengan pasangan,manja-manjaan di ranjang.

Karena itu, kamu kerap kali memilih berbagai model celana dalam dengan balutan gaun tidur super tipis, tujuan tak lain tampil seseksi mungkin agar pasangan kamu tergoda.

Memang sih, hal demikian tak disangkal cowok sebagai mahluk visual sangat akan sangat tergoda dengan celana dalam yang kamu kenakan. jadi tak perlu heran jika muncul berbagai brand kenamaan mengeluarkan produk celana dalam wanita. Sebut saja adaVictoria’s Secret, La Senza,Wbacoal dan masih banyak lainnya.

Kamu seksi pastinya sesuatu bangetkan bagi kamu. Agar kerap dipandang seksi, kamu  sampai lupa atau bahkan cenderung tak peduli lagi dengan uang telah mengucur untuk membeli berbagai model celana dalam dari dalam yang ketat, super mini,G-String dan lainnnya.

Satu hal kamu ingat, ingat celana dalam yang sedang kamu kenakan itu penting lebih dari sekadar kata seksi, tapi juga dari segi kesehatan itu sendiri.

Menurut Frizar Irmansyah, dokter ginekologi dari Rumah Sakit Pusat Pertamina menyarankan untuk memakai celana dalam berbahan katun. “Pakailah celana dalam yang menyerap keringat dari katun,” kata Frizar kepada CNN Indonesia.

Frizar pun menyarankan, agar sebaiknya perempuan jangan memakai celana dalam yang terlalu ketat. “Tidak adanya ventilasi akan membuat vagina panas. Daripada memakai celana dalam yang terlalu sempit, lebih baik tidak usah memakai celana dalam saat di rumah,” sarannya.

Imbas dari celana dalam yang terlalu ketat, simak baik-baik yak…Sebagaimana dikutip dari wolipop detik, ada lima efek negatif dari celana dalam ketat.

1. Mengganggu Peredaran Darah

Dr. Keri menambahkan, celana dalam yang dipakai di pinggul terlalu ketat juga dapat menurunkan sirkulasi darah di bagian paha atas. Hal ini dapat menimbulkan iritasi, kesemutan, bahkan mati rasa.

2. Mual-mual, sakit perut

Dr. Keri Peterson, ahli penyakit dalam asal Amerika Serikat mengatakan para wanita sebaiknya memperhatikan pakaian dalam yang dikenakannya dan mengetahui ukurannya secara tepat. Celana dalam yang menempel terlalu ketat pada perut bagian atas atau bawah dapat menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman.

“Celana dalam yang dikenakan di pinggang apabila terlalu ketat dapat memapatkan perut dan menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan yang berakibat timbul rasa mual serta mulas,” ujar dokter yang bekerja di organisasi Share Care seperti dikutip dari Live Strong.

3. Iritasi Kulit

Masalah lain yang dapat timbul jika menggunakan celana dalam terlalu ketat adalah iritasi kulit yang disebabkan dari kain materialnya. Saat wanita beraktivitas sepanjang hari atau banyak berjalan, kain tersebut bergesekan dengan uretra atau saluran kemih dan vagina bagian luar sehingga dapat membuat iritasi.

Area yang terkena iritasi ini jika tidak ditangani dengan benar dapat menimbulkan infeksi. Tak hanya itu saja, karet celana dalam yang terlalu ketat akan meninggalkan bekas dan membuat kulit menjadi lecet.

4. Menghambat Keluarnya Racun Tubuh

Celana dalam yang terlalu ketat juga dapat menggangu sistem limfatik, yaitu sistem getah bening yang berfungsi untuk menghilangkan racun dari seluruh tubuh. Jika racun-racun tersebut tidak dapat dikeluarkan dengan tepat, tentunya hal ini dapat berbahaya bagi tubuh.

5. Berkembangnya Infeksi Jamur

Selain itu, penggunaan celana dalam yang terlalu ketat untuk jangka waktu yang lama adalah meningkatkan kemungkinan berkembangnya infeksi jamur pada saluran kemih. Ini bisa terjadi karena celana ketat yang dikenakan akan membuat vagina tidak bisa bernapas dengan baik. Dr. Keri juga menyarankan untuk memilih ukuran pakaian dalam yang mengikuti kontur tubuh dengan sempurna tetapi tidak ketat.

Dan ternyata Celana dalam ketat juga berdampak buruk bagi suami loh. 

Untuk cowok, bahanya ada hubungan dengan kualitas sperma. Menurut penelitian yang dilakukan oleh National Institute for Health and Clinical Excellence di Inggris, menggunakan celana dalam ketat terus-menerus adalah salah satu faktor terbesar yang menghambat pergerakan sperma.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa penyempitan pangkal paha akibat ketatnya celana dapat menurunkan kadar sperma. Pakaian ketat cenderung meningkatkan suhu di sekitar skrotum atau kantung penis yang secara langsung bisa menghambat produksi sperma. Kelangsungan hidup sperma dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah suhu tubuh yang stabil.