Jika Kamu Masih Melakukan Lima Hal ini, Maka Tutup Kuping Saat Keluarga, Sobat dan Seisi Planet Ini Mulai Menanyakan Kapan Nikah

0
128
tetap bahagia meski sendiri di SemuaBaca.com

stroberi.us,- Saat kamu dirasa cukup usia apalagi teman seperjuangan satu per satu memutuskan untuk menikah, maka saat itu juga keluarga, sobat bahkan seisi dunia seakan telah membuat kesepakatan untuk mempertanyakan soal pernikahan.

Tak jarang sebagian dari teman-teman sengaja mendatangi kamu hanya untuk menanyakan kapan nikah? Lebih menyesakan dada, yakni saat ada orang yang usianya jauh di bawah kamu datang membawa undangan pernikahan lalu dengan tampang  polosnya berkata, bang kapan nyusul, ditunggu yak undangan baliknya.

Ada juga yang berbicara, kasian loh nanti anaknya, rejiki pasti ada saja dan ada juga yang berkata, betah banget hidup sendiri apa perlu dicariin. Sudah kaya biru jodoh saja.

Kurang lebihnya begitulah komentartor orang yang mengagap lebih unggul ditinjau dari sudut pernikahan. Belum menikah saat usai mulai di atas kepala tiga seakan menjadi kejahatan yang mesti segera dihapuskan di muka bumi ini.

Jika dari keluarga, teman dekat, teman sok dekat bahkan seisi dunia ini mulai sepakat untuk mempertanyakan kapan nikah, kamu pasti mempunyai jawaban tersendiri untuk menjawab soal pernikahan.

Untuk itu, enjoy nggak usah ngambek atau malah marah-marah saat pertanyaan itu muncul. Alasan yang cukup kamu pendam dan bergumam, lihat saja nanti jika sudah waktunya. “Saya pasti akan menikah dan membangun keluarga  yang saqinah, mawaddah, warrohmah.

Sebab itu, waktu yang kian terus menambah usia kamu maka segerakan mungkin untuk menyelesaikannya.

1. Keputusan kamu  menunda nikaha, saat mengetahui impian orang tua di usia senja

Membuat senang orang tua via life.idntimes.com

 

Hati kamu merasa bergetar saat mengetahui impian kedua orang tau di usia kian senja. Kamu menyadari bahwa impian tersebut tak akan sangat sulit terkabul lantaran persoalan dana yang dirasa nggak mungkin orang tau kamu sanggup mendpaatkanya.

Oleh sebab itu, sebagai anak berbakti kamu memutuskan untuk  pernikahan karena tabungan hasil kerja keras dipakai untuk mewujudkan impian orang tua. Kamu berpikir sudah waktunya membalas  semua pengorbanan orang tua disaat kamu nggak bisa apa-apa selain menangis minta uang jajan.  Lagian masalah nikah masih bisa kapan saja, tapi untuk kebahagaian orang tua mau kapan lagi.

Nah saat itu, kamu mempuanyai alasan yang sangat bijak untuk menunda pernikahan. Alasan yang mesti diperjuangankan sebagai anak yang ingin membahagiakan kedua orang tua. Jika mendengar alasan demikian pastinya sebagai calon yang baik akan mendukung keputusan kamu. Dia dengan senyum manis akan berkata, saya siap menanti kamu.

Terasa manis bukan?

2. Takut menyesal karena kamu merasa belum puas mengeskplorasi diri sendiri

mengeplroasikan-diri
mengeplroasikan-diri-di-kampoengtimoer-co-id

 

Ungkapan tersebut dijadikan sebagai alasan untuk menunda pernikahan memang terkesan mengada-ngada. Tapi, sejenak saja melerakan waktu untuk mendengarkan curhatan  teman dekat. Mereka curhat tentang penyesalan atas keputusan untuk menikah padahal masih banyak yang belum tercapai.

Mereka menyesali waktu yang mesti dapat dimaksimal untuk lebih mengeskplorasi diri sendiri, sekarang setelah menikah waktu harus dibagi-bagi. Dan kamu tak menghendaki apa yang menjadi curhatan teman-teman juga menimpa pada dirimu.

Untuk itu, kamu memilih menunda menikah sebelum kamu lebih memahami apa yang sebenarnya kamu cari dalam hidup. Mumpung masih sendiri atau belum memiliki hubungan yang terlalu serius, galilah apa yang menjadi keahlianmu, mengembangkan hobi dan juga meraih cita-cita.

Jadi keputusan kamu untuk menunda pernikah demi terwujudnya sebuah impian merupakan sebuah alasan yang layak untuk diperjuangkan.

3. Meski kamu sudah kerja dan dianggap mapan, tapi itu belum cukup sebagai modal menghabiskan waktu di usai tau

wanita-bekerja
sedang bekerja di Godetik.com

 

Masalah keungan dan kamu juga mempunyai rencana tentang keuangan untuk saat ini, pendidikan anak dan hari tua. Hal ini menjadi bahan untuk dijadikan alasan kamu menunda pernikahan. Jika landasan tersebut benar adanya, maka inilah waktu yang tepat untuk kamu menutup kuping rapat-rapat jangan  hiraukan keluarga, teman-teman dan seisi planet ini mencemooh kamu,  dengan berkata mau nunggu punya tabungan selangit baru nikah.

Bagi teman-teman kamu termasuk orang tua kamu besar kemungkinan adalah orang yang termasuk dalam golongan yang berkata, nanti sudah nikah bakal ada rezeki, anak itu ada rejzkinya sendiri dan sudah menikah pasti akan lebih mudah mendapatkan rezeki dan segala hal dikait-kaitkan dengan rezeki.

Memang setelah menikah, kamu masih bisa berkerja sebagaimana yang dilakukan sebelum menikah. Namun, hal demikian dirasa belum cukup untuk menutupi segala tetek bengek pasca nikah, dari uang dapur, pendidikan anak, dan belum lagi rumah yang kian hari angka NOL terus bertambah, menambah deretan, sudah seperti kereta.

Apakah kamu akan terus ngontrak atau numpang di rumah mertua, dipastikan nggak nyaman deh.

 

4. Kuatkan hati biar tak ada sedikitpun keraguaan, ia adalah pilihan yang tepat

menyesali
bukan waktunya menyesali, tetap tegar dan merdeka.com

 

Pernikahan pun digelar sangat meriah kalau perlu dalam pesta pernikahan diadakan hiburan, hiburan yang membuat orang sekampung merasakan kebahagian kalian berdua. Awal pernikahan dunia masih berjalan begitu indah. Namun, seiriingnya waktu percikan api memanaskan rumah tangga dan jika tak siap-siap ama dalam menghadapinya, solusinya adalah pengadilan agama. Kamu resmi menjadi janda atau duda.

Pastinya cerita tentang cerai tak menyelimuti dalam pernikahan kamu kelak. Kamu berharap orang yang menjadi pasangan adalah orang tepat dan bersedia menemani suka dan duka hingga ajal menjemput.

Memastikan itu, ia adalah calon pasangan yang tepat bukan sebuah perkara yang mudah meskipun terdapat ungkapan, bagaimana bisa mengetahui jika tak mencoba.  Sebuah ungkapan yang terkesan ceroboh, pernikahan menurut kamu bukan ajang coba-coba.

Karena pernikahan bukan ajang coba-coba, maka sangat mempersiapkan diri terutama dari segi mental jangan sampai mental kamu goyah di tengah jalan. Jadi jika kesiapan itu belum datang, itu bukan sebuah kejahatan juga. Biarkan kamu sendiri dan memikirkan secara matang-matang menutup mata saat teman kamu satu per satu mulai mengundang kamu.

5. Yakinlah jodoh sudah ada yang mengatur 

mencari-jodoh
mencari jodoh via liputan6.com

 

Berpegangan terhadap jodoh sudah yang mengatur tinggal bagaimana kamu bisa mendapatkan jodoh terebut. Itulah Alasan yang  masuk akal dan perlu dipertahankan sebagai alasan mengapa belum juga kamu kirim undangan buat teman-teman.

Jadi saat alasan tersebut masih begitu kuat dalam sanubari kamu untuk mencari jodoh yang tepat, yak sudah enjoy saja saat keluarga, sobat bahkan seisi dunia ini mulai menayakan soal kapan mau nikah. Sebab, kamu pastinya ingin mencari pasangan yang terbaik yang bisa menerima segela macam kekurangan kamu, menimal bisa saling mengerti dan mengisi kekurang tersebut dengan kelibihan.

Ada ungkapan yang menyebutkan, pasangan adalah pakian kita. Jadi dia yang akan menutup segala macam kekurangan yang ada diri kita.

Selamat mencari jodoh, semoga kamu mendapatkan jodoh yang benar-benar tepat.